ALLAH HAKIM YANG ADIL
Oleh kemuliaan Allah, segala sesuaatu telah
dijadikan dari tidak ada menjadi ada. Allah mengatur bumi dan segenap isinya
demi kebaikan, sebab apa yang dijadikan-Nya baik adanya. Sehingga kedasyatan
Allah tidak terlukiskan dengan kata-kata oleh siapapun. Manusia hanya mampu
meresponnya dengan gentar, takjub dan menyembah-Nya. Sebab segala sesuatunya
hanya berada dalam tangannya saja dan Dia sendirilah hakim dari segala yang Ia
jadikan. Maka dari itu, proses kehidupan manusia di dunia harus disesuaikan
dengan tujuan Allah dalam hidup manusia yaitu; hidup dengan tekun pada perintah
Allah.
Pemazmur dalam Mazmur 50:1-16 sedang
memberikan teguran bahwa pada saat penghakiman Allah sendirilah hakim Agung.
Allah akan meminta manusia mempertanggungjawabkan atas segala perbuatannya dan
pelaksanaan yang Allah ajarkan kepada mereka. Allah akan memanggil umat Israel
yang telah melawan-Nya orang yang munafik, dan tidak tahu berterimakasih.
Dengan demikian umat Israel dan semua umat Tuhan perlu mengetahui cara yang
benar untuk menyembah Allah yaitu dalam Roh dan Kebenaran bukan dalam
kemunafikan. Karena ketika umat Tuhan menyembah-Nya dalam kemunafikan, pada
akhirnya mereka akan menerima hukumannya dan mempertanggungjawabkannya di depan
hakim Agung yaitu Allah. Allah akan datang, dari Sion sebagaimana Ia datang
dari Sinai memberikan hukum (Yes. 2:3; Mi. 4:2). Sion merupakan gunung yang
kudus puncak keindahan (Mzm. 50:2). Dari sana Dia tidak akan diam lagi, tetapi
akan menghakimi manusia yang berdosa dan melawan-Nya. Kehadiran Allah akan
sangat dasyat; di hadapan-Nya ada api menjilat untuk menyadarkan semua orang
yang melawan-Nya (Yes. 33:14). Tetapi jika umat Tuhan tetap tidak sadar, maka
Allah akan melemparkan api ke bumi untuk menghabiskan mereka (Luk. 12:49).
Sebab pada penghakiman terakhir, Kristus akan datang dengan api yang
menyala-nyala (2 Tes. 1:7-8). Allah adalah hakim yang adil, orang yang hidup
berkenan di hadapan-Nya akan dielu-elukan oleh langit dan oleh beribu-ribu bala
tentara sorga yang kudus (Mzm. 50:5). Umat Tuhan yang hidup dalam Kristus akan
dihimpun kepada Allah (2 Tes. 2:1). Untuk itu orang yang dengan tulus hati
hidup di dalam Allah melalui kesatuannya dalam Kristus akan diterima oleh
Allah. Keadilan Allah sebagai hakim akan diberitahukan ke seluruh penjuru dunia
dan akan diperlihatkan melalui kasih dan murka terhadap orang yang berhak
mendapatkannya. Demikianlah Allah menghakimi manusia berdasarkan perbuatannya
sendiri, sebagaimana langit menceritakan kemuliaan, hikmat dan kebenaran Allah
(Mzm. 50:6).
Segala tindakan umat manusia memiliki
konsekuensinya masing-masing. Barangsiapa umat Allah hidup dengan penuh
kemunafikan dan melawan Allah, maka Allah akan menghakiminya dengan jilatan api
supaya mereka sadar. Jika mereka tetap tidak sadar, maka Allah akan melemparkan
api untuk menghabiskan mereka. Hiduplah dengan penuh ketekunan di dalam Yesus
yang akan menuntun kita kepada Allah Bapa, sebab kita akan dipermuliakan dan
dielu-elukan oleh bala tentara kudus dan mendapat bagian di dalam Kerajaan
Allah. sebab Allah sanga hakim Agung yang adil bagi seluruh umat-Nya.
Post a Comment