Evagelium : Ulangan 4:1,2,6,9
Pendahuluan: Kitab
Ulangan merupakan salah satu kitab yang sangat penting dalam Perjanjian Lama,
di mana Musa mengulang kembali hukum-hukum dan perintah-perintah Tuhan kepada
bangsa Israel sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian. Kitab ini berfungsi
sebagai pengingat akan hubungan perjanjian antara Tuhan dan Israel, dan
menekankan pentingnya ketaatan sebagai respons dari kasih karunia yang telah
Tuhan berikan.
Latar Belakang Sejarah: Kitab
Ulangan ditulis pada saat-saat akhir kehidupan Musa, saat bangsa Israel berada
di dataran Moab, di sebelah timur Sungai Yordan, sebelum mereka memasuki tanah
Kanaan (Tanah Perjanjian). Mereka telah menghabiskan 40 tahun di padang gurun
karena ketidaktaatan generasi sebelumnya. Kini, Musa mempersiapkan generasi
baru Israel untuk hidup di bawah peraturan Tuhan di tanah yang dijanjikan.
Kitab ini adalah pengulangan dan penegasan dari hukum-hukum yang telah
diberikan sebelumnya di Gunung Sinai, tetapi dengan penekanan baru untuk
mengarahkan hati bangsa Israel agar tetap setia kepada Tuhan di tengah
tantangan yang akan mereka hadapi.
Penjelasan Nats:
I. Ketaatan Sebagai Kunci Kehidupan
(Ulangan 4:1) "Dan sekarang, hai Israel, dengarlah ketetapan
dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan
memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek
moyangmu."
- "Dengarlah Ketetapan dan Peraturan":
- Kata "dengarlah" (Ibrani: שְׁמַע,
Shema) bukan hanya berarti mendengar dengan telinga, tetapi juga mematuhi
dan melakukan. Ini adalah panggilan untuk mendengar dengan hati yang siap
untuk taat.
- Ketetapan dan peraturan ini mencakup hukum-hukum
moral, sosial, dan ritual yang Tuhan berikan untuk memelihara kehidupan
bangsa Israel di dalam perjanjian dengan-Nya.
- "Supaya Kamu Hidup":
- Ketaatan kepada firman Tuhan adalah kunci untuk
memperoleh kehidupan yang sejati. Bukan hanya kehidupan fisik, tetapi
juga kehidupan rohani yang penuh makna di hadapan Tuhan.
- Dalam konteks ini, kehidupan juga mencakup
kemampuan untuk menikmati berkat-berkat Tuhan di tanah yang dijanjikan.
Hanya melalui ketaatan, bangsa Israel dapat menerima dan menikmati
warisan yang telah Tuhan siapkan bagi mereka.
- "Memasuki serta Menduduki Negeri":
- Tanah Kanaan adalah pemberian Tuhan kepada
bangsa Israel. Namun, untuk benar-benar memiliki dan menikmati tanah itu,
Israel harus hidup dalam ketaatan.
- Ini menunjukkan bahwa berkat Tuhan sering kali
tergantung pada respons kita terhadap firman-Nya. Tuhan memberikan janji,
tetapi kita harus hidup sesuai dengan kehendak-Nya untuk menerima janji
itu sepenuhnya.
II. Jangan Menambah atau
Mengurangkan Firman Tuhan (Ulangan 4:2) "Janganlah kamu menambah
kepada apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, supaya
kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu."
- Integritas Firman Tuhan:
- Musa memperingatkan Israel untuk menjaga firman
Tuhan tetap utuh. Menambah atau mengurangkan berarti merubah maksud dan
kehendak Tuhan, yang bisa membawa kehancuran.
- Di zaman kuno, menambah atau mengurangi firman
Tuhan sering kali berarti memasukkan tradisi manusia atau mengabaikan
bagian-bagian dari hukum Tuhan yang dianggap tidak nyaman.
- Ketaatan Tanpa Kompromi:
- Ketaatan yang sejati berarti menerima seluruh
firman Tuhan, tanpa kompromi. Tuhan menghendaki agar umat-Nya setia
kepada semua perintah-Nya, bukan hanya yang sesuai dengan selera atau
keadaan mereka.
- Dalam Alkitab, ada banyak contoh di mana
ketidaktaatan, baik karena menambah atau mengurangi firman Tuhan,
berujung pada kehancuran. Contoh paling terkenal adalah Saul yang
melanggar perintah Tuhan dalam 1 Samuel 15.
III. Kebijaksanaan dan Pengertian
sebagai Buah Ketaatan (Ulangan 4:6) "Lakukanlah itu dengan setia,
sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata
bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata:
Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi."
- Kesaksian Ketaatan:
- Ketaatan kepada firman Tuhan tidak hanya membawa
berkat bagi Israel, tetapi juga menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa
lain. Dunia akan melihat kebijaksanaan dan pengertian yang datang dari
hidup yang taat kepada Tuhan.
- Di tengah bangsa-bangsa kafir yang tidak
mengenal Tuhan, Israel dipanggil untuk menjadi terang, menunjukkan
kebijaksanaan ilahi melalui kehidupan mereka yang sesuai dengan firman
Tuhan.
- Kebijaksanaan dan Akal Budi:
- Kebijaksanaan dalam konteks Alkitab bukan
sekadar pengetahuan atau kecerdasan, tetapi kemampuan untuk hidup dengan
benar di hadapan Tuhan. Itu adalah penerapan praktis dari hukum Tuhan
dalam kehidupan sehari-hari.
- Akal budi mengacu pada kemampuan untuk memahami
dan menilai situasi dengan benar, berdasarkan prinsip-prinsip ilahi. Ini
adalah sesuatu yang harus dipupuk melalui ketaatan yang terus-menerus.
IV. Peran Generasi Penerus (Ulangan
4:9)
"Hanya, waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan
hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu
hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah itu kepada anak-anakmu dan
kepada cucu-cucumu semuanya itu,"
- Peringatan untuk Mengingat:
- Musa menekankan pentingnya menjaga ingatan akan
pekerjaan besar yang Tuhan lakukan bagi Israel, seperti pembebasan dari
Mesir, pemberian hukum di Sinai, dan pemeliharaan di padang gurun.
- Mengingat perbuatan Tuhan adalah cara untuk
menjaga hati tetap setia dan tidak tergoda oleh ilah-ilah lain atau
keinginan duniawi.
- Pewarisan Iman:
- Tanggung jawab orang tua adalah mengajarkan
generasi berikutnya tentang perbuatan dan perintah Tuhan. Ini memastikan
bahwa iman dan ketaatan kepada Tuhan tidak berhenti pada satu generasi,
tetapi diteruskan dan dijaga sepanjang masa.
- Kegagalan dalam mengajarkan generasi berikutnya
sering kali berakibat pada penyimpangan dari iman yang benar, seperti
yang terlihat dalam Kitab Hakim-Hakim, di mana setelah generasi Yosua
meninggal, bangsa Israel jatuh ke dalam penyembahan berhala karena tidak
mengenal Tuhan.
Penutup: Khotbah ini menekankan pentingnya ketaatan yang penuh dan total kepada firman Tuhan sebagai dasar kehidupan orang percaya. Ketaatan membawa kehidupan, kebijaksanaan, dan menjadi kesaksian bagi dunia. Namun, itu harus dijaga dengan hati-hati, tanpa menambah atau mengurangi firman Tuhan, dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan yang sejati, yang tidak hanya mendatangkan berkat bagi kita tetapi juga menjadi berkat bagi dunia. Mari kita berkomitmen untuk berpegang teguh pada perintah Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Post a Comment