wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah Minggu 23 Maret 2025 Lukas 13:1-5

 

KHOTBAH: BERTOBATLAH AGAR TIDAK BINASA
Lukas 13:1-5

I. Pendahuluan

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan ini kita sering melihat berbagai tragedi yang terjadi di sekitar kita, baik bencana alam, kecelakaan, maupun kejadian-kejadian yang merenggut nyawa manusia secara tiba-tiba. Sering kali muncul pertanyaan dalam hati kita: Apakah mereka yang mengalami penderitaan itu lebih berdosa daripada kita? Apakah kejadian tragis adalah hukuman langsung dari Tuhan?

Dalam Lukas 13:1-5, Yesus menanggapi pemikiran seperti ini dengan menegaskan bahwa bukan karena dosa mereka lebih besar maka mereka mengalami penderitaan. Sebaliknya, Yesus menekankan bahwa setiap orang harus bertobat agar tidak binasa.

Suatu hari, Yesus sedang mengajar orang banyak. Banyak orang berkumpul di sekeliling-Nya, mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut-Nya. Di antara mereka, ada beberapa orang yang datang membawa berita tentang peristiwa mengerikan yang baru saja terjadi.

"Guru, kami mendengar bahwa Pilatus telah membunuh beberapa orang Galilea saat mereka sedang mempersembahkan korban di Bait Suci!" kata mereka dengan nada cemas.

Mendengar hal itu, Yesus menatap mereka dan berkata, “Apakah kalian mengira bahwa orang-orang Galilea itu lebih berdosa daripada semua orang Galilea lainnya sehingga mereka mengalami hal itu? Tidak! Aku berkata kepadamu: Jika kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara yang sama.”

Orang-orang terdiam. Mereka mulai bertanya-tanya dalam hati, apakah kematian tragis selalu berkaitan dengan dosa yang lebih besar?

Namun, sebelum mereka sempat menjawab, Yesus melanjutkan, “Atau, bagaimana dengan delapan belas orang yang mati ketika menara di Siloam runtuh dan menimpa mereka? Apakah kalian mengira mereka lebih berdosa daripada semua orang lain yang tinggal di Yerusalem? Tidak! Aku berkata kepadamu: Jika kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara yang sama.”

Kerumunan orang mulai menyadari bahwa Yesus ingin menyampaikan sesuatu yang lebih dalam. Dia tidak sedang membicarakan siapa yang lebih berdosa atau siapa yang layak menerima hukuman. Sebaliknya, Yesus ingin mereka semua menyadari bahwa setiap orang harus bertobat.

Yesus mengingatkan mereka bahwa hidup manusia di dunia ini penuh dengan ketidakpastian. Bencana dan tragedi bisa terjadi kapan saja, tetapi yang paling penting adalah bagaimana hubungan seseorang dengan Tuhan. Jika mereka tidak bertobat, kebinasaan kekal akan menanti mereka.

Pesan Yesus hari itu sangat jelas: jangan hanya mencari siapa yang bersalah dalam setiap musibah, tetapi gunakan setiap kesempatan untuk berbalik kepada Tuhan. Sebab, hanya melalui pertobatan, manusia dapat memperoleh keselamatan sejati.

Cerita ini mengajak kita untuk merenungkan: Apakah kita sudah hidup dalam pertobatan sejati? Apakah kita masih menunda-nunda untuk berbalik kepada Tuhan? Jangan sampai kita terlambat, karena kesempatan tidak selalu ada.

 

II. Eksposisi Lukas 13:1-5

  1. Ayat 1-3: Tragedi yang Dibahas Yesus
    • Beberapa orang datang kepada Yesus dan menceritakan peristiwa di mana Pilatus membantai orang-orang Galilea saat mereka mempersembahkan korban di Bait Suci.
    • Yesus tidak membahas kejahatan Pilatus atau membenarkan tindakan tersebut. Sebaliknya, Dia menegaskan bahwa orang-orang Galilea itu tidak lebih berdosa daripada orang lain di Galilea.
    • Yesus menekankan pesan yang lebih penting: "Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara yang sama."
  2. Ayat 4-5: Menyoroti Bencana Alam
    • Yesus juga mengangkat peristiwa runtuhnya menara di Siloam yang menewaskan 18 orang.
    • Dia menegaskan bahwa para korban bukanlah orang-orang yang lebih berdosa daripada yang lain di Yerusalem.
    • Sekali lagi, Yesus memperingatkan bahwa tanpa pertobatan, setiap orang akan mengalami kebinasaan.

III. Makna Pertobatan dalam Konteks Firman Tuhan

  1. Pertobatan adalah Perubahan Hati dan Hidup
    • Pertobatan dalam bahasa Yunani ("metanoia") berarti perubahan pikiran, hati, dan tindakan.
    • Bukan sekadar menyesali dosa, tetapi juga berbalik kepada Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
  2. Pertobatan adalah Kesempatan yang Harus Segera Direspons
    • Tuhan memberikan kesempatan bagi manusia untuk bertobat sebelum datangnya hukuman kekal.
    • Seperti dalam perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah (Lukas 13:6-9), Tuhan memberi waktu, tetapi ada batasannya.
  3. Tanpa Pertobatan, Manusia Akan Binasa
    • Kebinasaan yang dimaksud Yesus bukan hanya kematian fisik, tetapi juga kematian rohani, yaitu pemisahan kekal dari Allah.
    • Roma 6:23 menegaskan bahwa upah dosa adalah maut, tetapi anugerah Allah adalah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus.

IV. Aplikasi bagi Hidup Kita

  1. Jangan Menghakimi Orang Lain, tetapi Introspeksi Diri
    • Jangan berpikir bahwa penderitaan seseorang adalah akibat dari dosa yang lebih besar.
    • Sebaliknya, kita harus bertanya kepada diri sendiri: Apakah kita sudah benar di hadapan Tuhan?
  2. Gunakan Waktu yang Ada untuk Bertobat
    • Kita tidak tahu kapan hidup kita akan berakhir, maka jangan menunda pertobatan.
    • Tuhan masih memberi kesempatan, tetapi kesempatan itu tidak akan selamanya terbuka.
  3. Hidup dalam Kebenaran dan Kekudusan
    • Pertobatan sejati menghasilkan perubahan hidup.
    • Tinggalkan dosa dan hiduplah sesuai dengan firman Tuhan.

V. Penutup

Saudara-saudara, Yesus mengingatkan kita bahwa kehidupan ini penuh dengan ketidakpastian. Tragedi bisa terjadi kapan saja, tetapi yang paling penting adalah bagaimana keadaan hati kita di hadapan Tuhan. Jika kita hidup dalam dosa dan belum bertobat, maka kebinasaan kekal menanti kita. Oleh karena itu, mari kita bertobat sekarang juga, berbalik kepada Tuhan, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya.

Kiranya firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tidak menunda pertobatan, sebab hanya di dalam Yesus ada keselamatan dan hidup yang kekal. Amin.

Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: