TUHAN, SUMBER AIR KEHIDUPAN
Bilangan 21:10-20
Pendahuluan
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam perjalanan
hidup ini, kita sering menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan. Sama
seperti bangsa Israel yang mengembara di padang gurun, kita pun kadang merasa
kelelahan, kehausan, dan kehilangan arah. Namun, di tengah perjalanan itu,
Tuhan tetap menyediakan apa yang kita butuhkan, termasuk sumber air kehidupan
yang memberi kita kekuatan untuk terus melangkah.
Hari ini, kita akan belajar dari Bilangan 21:10-20, di
mana Tuhan membimbing Israel melewati berbagai tempat sampai mereka tiba di
Beer, tempat di mana Tuhan menyediakan air bagi mereka. Ini mengajarkan kita
bahwa hanya Tuhanlah sumber air kehidupan yang sejati.
1. Perjalanan Bangsa Israel: Mengandalkan Tuhan di
Setiap Langkah
Dalam Bilangan 21:10-20, kita melihat bahwa bangsa
Israel terus berkemah dan berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap
langkah mereka bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi Tuhan setia menyertai
mereka.
Di ayat 16, mereka tiba di tempat bernama Beer
yang berarti "sumur." Di sinilah Tuhan berfirman kepada Musa bahwa Ia
akan memberikan air kepada mereka. Respons bangsa Israel sangat menarik: mereka
menyanyikan nyanyian sukacita sebagai ungkapan iman mereka bahwa Tuhan akan
memberikan air.
Ini mengajarkan kita bahwa dalam perjalanan iman, kita
harus tetap percaya kepada Tuhan, bahkan ketika kita belum melihat jawabannya.
Air kehidupan yang kita butuhkan tidak hanya berbicara tentang kebutuhan
jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani.
2. Tuhan, Sumber Air Kehidupan
Dalam banyak bagian Alkitab, air sering kali digunakan
sebagai simbol kehidupan yang berasal dari Tuhan. Dalam Bilangan 21, air yang
Tuhan sediakan di Beer melambangkan pemeliharaan dan kesetiaan-Nya.
Yesus juga menyatakan diri-Nya sebagai sumber air
kehidupan dalam Yohanes 4:13-14 ketika berbicara dengan perempuan Samaria di
sumur Yakub:
"Barangsiapa minum air ini, ia
akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia
tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya, air yang akan Kuberikan
kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar
sampai kepada hidup yang kekal."
Dari sini kita memahami bahwa Tuhan bukan hanya
menyediakan air secara fisik bagi Israel, tetapi juga mengarahkan kita kepada
air kehidupan sejati, yaitu keselamatan dan kehidupan kekal yang diberikan oleh
Kristus.
3. Refleksi dalam Kehidupan: Apakah Kita Haus Akan
Tuhan?
Saat ini, kita mungkin tidak berjalan di padang gurun
seperti Israel, tetapi kita sering menghadapi kekeringan rohani. Ada banyak
orang yang kehausan akan kasih, pengampunan, dan damai sejahtera. Namun, sering
kali kita mencari pemuasan di tempat yang salah—materi, kesuksesan, atau pengakuan
dunia.
Kita perlu bertanya pada diri sendiri:
- Apakah
kita benar-benar haus akan Tuhan dan firman-Nya?
- Apakah
kita mengandalkan Tuhan sebagai sumber kehidupan kita atau mencari
kepuasan di tempat lain?
- Apakah
kita bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup kita?
Bangsa Israel belajar bahwa mereka hanya bisa bertahan
dengan pertolongan Tuhan. Demikian juga kita harus kembali kepada-Nya sebagai
sumber kehidupan yang sejati.
4. Ajakan Teologis: Datanglah Kepada Yesus, Sumber Air
Hidup
Tuhan telah menyediakan air kehidupan bagi kita. Jika
bangsa Israel bersukacita karena air yang Tuhan berikan di Beer, kita
seharusnya lebih bersukacita karena Tuhan telah memberikan Kristus sebagai
sumber air hidup yang tidak akan pernah kering.
Yesaya 55:1
berkata:
"Ayo, hai semua orang yang haus, marilah ke air!"
Marilah kita datang kepada Yesus, mengandalkan-Nya
dalam setiap aspek hidup kita. Jangan mencari kepuasan di dunia ini, karena
hanya Tuhan yang bisa memberi air kehidupan sejati.
Kesimpulan:
- Tuhan selalu menyediakan apa
yang kita butuhkan dalam perjalanan hidup, seperti Ia memberikan air bagi
Israel di Beer.
- Yesus adalah sumber air hidup
yang sejati, yang memuaskan dahaga rohani kita dan memberikan hidup kekal.
- Kita diajak untuk terus
bersandar kepada Tuhan, mencari Dia sebagai satu-satunya sumber kehidupan
kita.
Semoga kita semua tetap setia berjalan bersama Tuhan dan minum dari air kehidupan-Nya yang sejati. Amin.
Post a Comment