wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah Minggu 30 Maret 2025 Bilangan 21:10-20

 

TUHAN, SUMBER AIR KEHIDUPAN

Bilangan 21:10-20

Pendahuluan

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam perjalanan hidup ini, kita sering menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan. Sama seperti bangsa Israel yang mengembara di padang gurun, kita pun kadang merasa kelelahan, kehausan, dan kehilangan arah. Namun, di tengah perjalanan itu, Tuhan tetap menyediakan apa yang kita butuhkan, termasuk sumber air kehidupan yang memberi kita kekuatan untuk terus melangkah.

Hari ini, kita akan belajar dari Bilangan 21:10-20, di mana Tuhan membimbing Israel melewati berbagai tempat sampai mereka tiba di Beer, tempat di mana Tuhan menyediakan air bagi mereka. Ini mengajarkan kita bahwa hanya Tuhanlah sumber air kehidupan yang sejati.

1. Perjalanan Bangsa Israel: Mengandalkan Tuhan di Setiap Langkah

Dalam Bilangan 21:10-20, kita melihat bahwa bangsa Israel terus berkemah dan berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap langkah mereka bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi Tuhan setia menyertai mereka.

Di ayat 16, mereka tiba di tempat bernama Beer yang berarti "sumur." Di sinilah Tuhan berfirman kepada Musa bahwa Ia akan memberikan air kepada mereka. Respons bangsa Israel sangat menarik: mereka menyanyikan nyanyian sukacita sebagai ungkapan iman mereka bahwa Tuhan akan memberikan air.

Ini mengajarkan kita bahwa dalam perjalanan iman, kita harus tetap percaya kepada Tuhan, bahkan ketika kita belum melihat jawabannya. Air kehidupan yang kita butuhkan tidak hanya berbicara tentang kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani.

2. Tuhan, Sumber Air Kehidupan

Dalam banyak bagian Alkitab, air sering kali digunakan sebagai simbol kehidupan yang berasal dari Tuhan. Dalam Bilangan 21, air yang Tuhan sediakan di Beer melambangkan pemeliharaan dan kesetiaan-Nya.

Yesus juga menyatakan diri-Nya sebagai sumber air kehidupan dalam Yohanes 4:13-14 ketika berbicara dengan perempuan Samaria di sumur Yakub:

"Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya, air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Dari sini kita memahami bahwa Tuhan bukan hanya menyediakan air secara fisik bagi Israel, tetapi juga mengarahkan kita kepada air kehidupan sejati, yaitu keselamatan dan kehidupan kekal yang diberikan oleh Kristus.

3. Refleksi dalam Kehidupan: Apakah Kita Haus Akan Tuhan?

Saat ini, kita mungkin tidak berjalan di padang gurun seperti Israel, tetapi kita sering menghadapi kekeringan rohani. Ada banyak orang yang kehausan akan kasih, pengampunan, dan damai sejahtera. Namun, sering kali kita mencari pemuasan di tempat yang salah—materi, kesuksesan, atau pengakuan dunia.

Kita perlu bertanya pada diri sendiri:

  • Apakah kita benar-benar haus akan Tuhan dan firman-Nya?
  • Apakah kita mengandalkan Tuhan sebagai sumber kehidupan kita atau mencari kepuasan di tempat lain?
  • Apakah kita bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup kita?

Bangsa Israel belajar bahwa mereka hanya bisa bertahan dengan pertolongan Tuhan. Demikian juga kita harus kembali kepada-Nya sebagai sumber kehidupan yang sejati.

4. Ajakan Teologis: Datanglah Kepada Yesus, Sumber Air Hidup

Tuhan telah menyediakan air kehidupan bagi kita. Jika bangsa Israel bersukacita karena air yang Tuhan berikan di Beer, kita seharusnya lebih bersukacita karena Tuhan telah memberikan Kristus sebagai sumber air hidup yang tidak akan pernah kering.

Yesaya 55:1 berkata:
"Ayo, hai semua orang yang haus, marilah ke air!"

Marilah kita datang kepada Yesus, mengandalkan-Nya dalam setiap aspek hidup kita. Jangan mencari kepuasan di dunia ini, karena hanya Tuhan yang bisa memberi air kehidupan sejati.

Kesimpulan:

  • Tuhan selalu menyediakan apa yang kita butuhkan dalam perjalanan hidup, seperti Ia memberikan air bagi Israel di Beer.
  • Yesus adalah sumber air hidup yang sejati, yang memuaskan dahaga rohani kita dan memberikan hidup kekal.
  • Kita diajak untuk terus bersandar kepada Tuhan, mencari Dia sebagai satu-satunya sumber kehidupan kita.

Semoga kita semua tetap setia berjalan bersama Tuhan dan minum dari air kehidupan-Nya yang sejati. Amin.

Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: