Pendahuluan
Setiap manusia memiliki dosa, dan dosa membawa
penderitaan serta perpisahan dari Allah. Namun, kasih setia Tuhan begitu besar
sehingga Dia menyediakan pengampunan bagi setiap orang yang bertobat. Mazmur
126 menggambarkan sukacita besar bangsa Israel ketika Tuhan memulihkan keadaan
mereka. Ini menjadi gambaran bagaimana Allah juga memulihkan hati manusia yang
hancur oleh dosa ketika Ia mengampuni dan mengembalikan mereka ke dalam
kasih-Nya.
1. Penjelasan Mazmur 126:1-6
Mazmur ini adalah nyanyian yang dinyanyikan bangsa
Israel saat mereka kembali dari pembuangan di Babel. Mereka bersukacita karena Tuhan
telah memulihkan kehidupan mereka yang sebelumnya terbuang jauh dari tanah
perjanjian.
·
Ayat 1-3: Bangsa Israel merasa
seperti bermimpi karena Allah memulihkan keadaan mereka. Sukacita dan tawa
mereka menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa lain bahwa Allah itu penuh kasih
setia.
·
Ayat 4: Mereka tetap berdoa
agar pemulihan dari Tuhan terus berlanjut, seperti sungai-sungai di Tanah Negeb
yang kering namun akan meluap saat hujan datang.
·
Ayat 5-6: Menggunakan gambaran
pertanian, pemazmur menegaskan bahwa mereka yang menabur dengan air mata akan
menuai dengan sorak-sorai. Ini mengingatkan kita bahwa dalam kesedihan dan
pertobatan, Allah tetap bekerja untuk mendatangkan pemulihan dan sukacita.
2. Kisah Alkitab: Wanita Berdosa yang
Diampuni Yesus (Lukas 7:36-50)
Dalam Lukas 7:36-50, diceritakan seorang wanita
yang dikenal sebagai pendosa datang kepada Yesus di rumah seorang Farisi
bernama Simon. Wanita itu menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air matanya,
lalu mengeringkannya dengan rambutnya serta mengurapi-Nya dengan minyak wangi.
Simon Farisi mempertanyakan tindakan Yesus yang
membiarkan wanita itu menyentuh-Nya. Namun, Yesus memberikan perumpamaan
tentang dua orang yang berhutang dan bagaimana orang yang diampuni hutang lebih
besar akan lebih bersyukur. Lalu, Yesus berkata kepada wanita itu: "Dosamu
telah diampuni."
Kisah ini menunjukkan bahwa siapa pun yang datang
kepada Yesus dengan pertobatan sejati akan menerima pengampunan dan pemulihan.
3. Refleksi dalam Kehidupan Sehari-hari
Mazmur 126 mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu memberi
kesempatan bagi setiap orang yang ingin bertobat dan kembali kepada-Nya. Dalam
kehidupan sehari-hari, banyak orang merasa terbeban oleh dosa-dosa masa lalu
dan berpikir bahwa mereka tidak layak mendapatkan pengampunan. Namun, firman
Tuhan menegaskan bahwa siapa pun yang datang kepada-Nya dengan hati yang remuk,
Dia akan memulihkan.
Ketika kita mengakui dosa kita dan meninggalkannya,
Tuhan akan memulihkan hidup kita seperti sungai yang mengalir kembali. Dia akan
mengubah tangisan menjadi sukacita, seperti yang dialami oleh bangsa Israel dan
wanita yang datang kepada Yesus.
4. Ilustrasi: Seorang Narapidana yang
Ditebus
Bayangkan ada seorang narapidana yang dipenjara
bertahun-tahun karena kejahatan yang pernah dilakukannya. Setelah menjalani
hukumannya, ia dibebaskan. Namun, meskipun sudah bebas, ia masih merasa terikat
oleh masa lalunya.
Suatu hari, seorang pendeta mengunjungi mantan
narapidana ini dan berkata, "Jika manusia bisa memberi kesempatan
kedua, apalagi Tuhan. Dia telah mengampunimu, dan sekarang giliranmu untuk
hidup dalam terang kasih-Nya."
Kata-kata itu mengubah hidupnya. Ia mulai membangun
hidup baru, meninggalkan dosa masa lalunya, dan bersaksi bahwa Tuhan telah
memulihkan hidupnya.
Begitu pula dengan kita. Ketika Tuhan mengampuni
dosa kita, kita harus melangkah dalam iman dan hidup dalam kebaruan yang Tuhan
berikan.
Kesimpulan
Mazmur 126 mengajarkan bahwa Allah adalah Tuhan
yang memulihkan. Dia mengampuni dosa dan mengembalikan sukacita bagi mereka
yang bertobat. Seperti wanita berdosa dalam Lukas 7 dan bangsa Israel yang
dipulihkan, kita pun bisa mengalami sukacita yang sama jika kita datang
kepada-Nya dengan hati yang hancur.
Pertanyaan refleksi:
Apakah kita masih terikat oleh rasa bersalah dan dosa masa lalu? Tuhan telah
menyediakan pengampunan. Datanglah kepada-Nya, dan rasakan sukacita pemulihan
seperti yang dinyatakan dalam Mazmur 126:5-6:
"Orang-orang yang menabur dengan
mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai." Amin.
Post a Comment