wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah Minggu 6 April 2025 Lukas 7:41-50

 

KHOTBAH: DOSAMU TELAH DIAMPUNI
Lukas 7:41-50

Pendahuluan

Pengampunan adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada manusia. Setiap orang memiliki dosa, baik besar maupun kecil, tetapi kasih Tuhan lebih besar dari segala dosa kita. Dalam perikop ini, Yesus mengajarkan tentang kasih dan pengampunan melalui perumpamaan tentang dua orang yang berhutang.

Cerita dalam Alkitab (Lukas 7:41-50)

Dalam teks ini, Yesus sedang berada di rumah seorang Farisi bernama Simon. Saat itu, seorang perempuan berdosa datang membawa minyak wangi dan menangis di kaki Yesus. Ia membasahi kaki-Nya dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, menciumnya, dan meminyaki-Nya.

Simon, seorang Farisi, menganggap dirinya lebih benar dan mempertanyakan tindakan Yesus yang membiarkan perempuan berdosa itu mendekati-Nya. Menanggapi itu, Yesus memberikan perumpamaan tentang dua orang yang berhutang. Yang satu berhutang lima ratus dinar, dan yang lain lima puluh dinar. Ketika keduanya tidak mampu membayar, si pemberi pinjaman menghapus hutang mereka. Yesus bertanya, "Siapa di antara mereka yang lebih mengasihi?" Simon menjawab, "Orang yang lebih banyak diampuni."

Yesus kemudian menunjukkan bahwa perempuan itu telah menunjukkan kasih yang besar karena ia sadar akan dosanya dan membutuhkan pengampunan. Sementara itu, Simon yang merasa dirinya benar, tidak menunjukkan kasih kepada Yesus. Akhirnya, Yesus berkata kepada perempuan itu, "Dosamu telah diampuni" (Lukas 7:48).

Refleksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kisah ini mengajarkan bahwa siapa pun yang menyadari dosanya dan datang kepada Yesus dengan hati yang bertobat akan menerima pengampunan. Namun, banyak orang seperti Simon, yang merasa dirinya lebih baik dan sulit mengakui dosa-dosanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menghakimi orang lain berdasarkan masa lalu mereka. Kita mungkin merasa lebih suci dibandingkan orang yang pernah jatuh dalam dosa besar. Tetapi, Tuhan tidak melihat dosa kita berdasarkan besar atau kecilnya, melainkan dari seberapa dalam kita menyadari dan bertobat dari dosa tersebut.

Ilustrasi dalam Kehidupan Kristen Saat Ini

Bayangkan ada dua orang dalam satu gereja. Yang satu adalah mantan pecandu narkoba yang bertobat dan mulai melayani Tuhan dengan penuh semangat. Yang lain adalah orang yang sejak kecil rajin beribadah dan aktif di gereja. Namun, yang kedua ini sering merasa dirinya lebih benar dan memandang rendah si mantan pecandu.

Ketika mereka berdoa, Tuhan melihat hati mereka. Si mantan pecandu datang dengan kerendahan hati, penuh syukur atas pengampunan Tuhan, sementara yang lain berdoa dengan kesombongan rohani. Siapakah yang lebih dekat dengan Tuhan?

Kesimpulan

Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Kasih dan pengampunan-Nya tidak terbatas. Setiap orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat akan diampuni, tidak peduli seberapa besar dosa mereka.

Marilah kita belajar untuk tidak menghakimi sesama, melainkan menerima mereka dengan kasih, sebagaimana Yesus menerima kita. Jangan menjadi seperti Simon yang merasa benar sendiri, tetapi jadilah seperti perempuan berdosa yang datang kepada Yesus dengan hati yang hancur dan penuh kasih.

"Dosamu telah diampuni." Ini adalah kabar baik bagi kita semua. Amin.

 


Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: