KHOTBAH: DOSAMU TELAH DIAMPUNI
Lukas 7:41-50
Pendahuluan
Pengampunan adalah anugerah terbesar
yang Tuhan berikan kepada manusia. Setiap orang memiliki dosa, baik besar
maupun kecil, tetapi kasih Tuhan lebih besar dari segala dosa kita. Dalam
perikop ini, Yesus mengajarkan tentang kasih dan pengampunan melalui perumpamaan
tentang dua orang yang berhutang.
Cerita dalam
Alkitab (Lukas 7:41-50)
Dalam teks ini, Yesus sedang berada
di rumah seorang Farisi bernama Simon. Saat itu, seorang perempuan berdosa
datang membawa minyak wangi dan menangis di kaki Yesus. Ia membasahi kaki-Nya
dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, menciumnya, dan meminyaki-Nya.
Simon, seorang Farisi, menganggap
dirinya lebih benar dan mempertanyakan tindakan Yesus yang membiarkan perempuan
berdosa itu mendekati-Nya. Menanggapi itu, Yesus memberikan perumpamaan tentang
dua orang yang berhutang. Yang satu berhutang lima ratus dinar, dan yang lain
lima puluh dinar. Ketika keduanya tidak mampu membayar, si pemberi pinjaman
menghapus hutang mereka. Yesus bertanya, "Siapa di antara mereka yang lebih
mengasihi?" Simon menjawab, "Orang yang lebih banyak diampuni."
Yesus kemudian menunjukkan bahwa
perempuan itu telah menunjukkan kasih yang besar karena ia sadar akan dosanya
dan membutuhkan pengampunan. Sementara itu, Simon yang merasa dirinya benar,
tidak menunjukkan kasih kepada Yesus. Akhirnya, Yesus berkata kepada perempuan
itu, "Dosamu telah diampuni" (Lukas 7:48).
Refleksi
dalam Kehidupan Sehari-hari
Kisah ini mengajarkan bahwa siapa
pun yang menyadari dosanya dan datang kepada Yesus dengan hati yang bertobat
akan menerima pengampunan. Namun, banyak orang seperti Simon, yang merasa
dirinya lebih baik dan sulit mengakui dosa-dosanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita
sering kali menghakimi orang lain berdasarkan masa lalu mereka. Kita mungkin
merasa lebih suci dibandingkan orang yang pernah jatuh dalam dosa besar.
Tetapi, Tuhan tidak melihat dosa kita berdasarkan besar atau kecilnya,
melainkan dari seberapa dalam kita menyadari dan bertobat dari dosa tersebut.
Ilustrasi
dalam Kehidupan Kristen Saat Ini
Bayangkan ada dua orang dalam satu
gereja. Yang satu adalah mantan pecandu narkoba yang bertobat dan mulai
melayani Tuhan dengan penuh semangat. Yang lain adalah orang yang sejak kecil
rajin beribadah dan aktif di gereja. Namun, yang kedua ini sering merasa
dirinya lebih benar dan memandang rendah si mantan pecandu.
Ketika mereka berdoa, Tuhan melihat
hati mereka. Si mantan pecandu datang dengan kerendahan hati, penuh syukur atas
pengampunan Tuhan, sementara yang lain berdoa dengan kesombongan rohani.
Siapakah yang lebih dekat dengan Tuhan?
Kesimpulan
Yesus datang untuk menyelamatkan
orang berdosa. Kasih dan pengampunan-Nya tidak terbatas. Setiap orang yang
datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat akan diampuni, tidak peduli
seberapa besar dosa mereka.
Marilah kita belajar untuk tidak
menghakimi sesama, melainkan menerima mereka dengan kasih, sebagaimana Yesus
menerima kita. Jangan menjadi seperti Simon yang merasa benar sendiri, tetapi
jadilah seperti perempuan berdosa yang datang kepada Yesus dengan hati yang
hancur dan penuh kasih.
"Dosamu telah diampuni." Ini adalah
kabar baik bagi kita semua. Amin.
Post a Comment